Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Agam Hanafiah: Sepatu adalah Pembentuk Karakter

Salah satu indikator kekerenan penampilan seorang cowok adalah sepatu. perhatikan baik-baik ketika ketemu (terutama) orang-orang baru, pertama kali dia akan melihat ke bawah, melihat sepatu. bagi cowok sepatu itu (mungkin) setara dengan tas bagi perempuan.

Selain berfungsi untuk melindungi kaki dari kotoran dan pengaman, fungsi sepatu juga untuk kenyamanan. karena itu memilih sepatu yang pas itu agak tidak mudah. mungkin bahannya cocok namun modelnya tidak sesuai keinginan atau sebaliknya.

Beberapa waktu lalu, akhirnya ketemu dengan akun desain sepatu brodo. agam hanafiah, mungkin banyak orang yang belum mengenal sosok ini. kepopuleran namanya dikalahkan oleh sepatu buatannya, brodo.

Aku penasaran bagaimana sebenarnya sepatu-sepatu yang dibuatnya begitu bagus desainnya dan enak di pakai. melalui email laki-laki yang menyuaki sepeda ini menjelaskan, pengaruh terbesar ketika membuat desainer sepatu brodo adalah seorang jonathan ive seorang dari apple yang pada dasarnya cukup simple.

Agam yang mempunyai masa bocah seindah keluarga cemara ini sampai sekarang hanya membuat desain sepatu buat laki-laki. katanya, ” iya, mencoba fokus saja, kurang tertarik dengan sepatu perempuan, karena mendesain sepatu harus melibatkan emosi pengguna yang mana selera wanita terlalu banyak, kompleks.

Laki-laki yang mengidolakan ayahnya sendiri ini mendesain sepatu sejak 2010. semua berawal dari ide di kepala, proposal konsepnya. lalu disketsa, hand drawing, kreasinya yang khas tergantung si-designernya.

Makna sepatu baginya adalah salah satu pembentuk karakter. menurutnya keperibadian seseorang bisa dilihat dari alas kaki yang dipakainya. rupanya ia seorang yang begitu nasionalis. ia membuat sepatu dari indonesia untuk indonesia. karena itu desain sepatu-sepatu brodo memang unik dan khas. kekhususan itu salah satunya adalah di sole-nya (telapak kaki) didesain dengan gambar peta indonesia dan batik parang.

Sehingga pengguna brodo ketika jalan-jalan bisa meninggalkan jejak indonesia di negeri orang. dan itu membanggakan, katanya.

semua teknik dan teknologi yang dikembangkan untuk sepatu ini disesuaikan dengan kemampuan produksinya. saati ini brodo sedang berkembang, belum menjadi pionir tapi cukup berkarakter, pasarnya luas, sehingga tidak terlalu peduli dengan design sepatu diluar negeri.

Begini ia memberi tips bagaimana memilih sepatu yang pas: “sepatu itu dedesign sesuai kesempatankapan dipakainya dan style orangnya, yang penting ukurannya pas, dipakai dalam situasi dan kondisi yang pas, dirawat dengan baik. bukan karena trend belaka. satu lagi yang terpenting, beli sepatu harus original. hidup cuma sekali, jangan sia-siakan waktumu melangkah pake sepatu sembarangan”

Senin, 03 Juli 2017

Bagaimana Cara Beriklan di Twitter?



Dimana ada kerumuman, di sana akan terjadi pasar. begitu juga ketika banyak onliner berkerumun di salah satu social media. misalnya di twitter. konon sekitaran 6 juta orang memakai aplikasi 140 karakter ini. dan ini dianggap sebagai pasar potensial bagi para pemilik brand untuk menjual produknya.

Namun bagaimana idealnya strategi menjual di twitter? dari beberapa iklan yang terdeteksi rata-rata mereka mempunyai strategi yang mirip. yakni mengusung isu yang sesuai dengan visi misi produk. beberapa ada yang menyertakan hashtag, yang lain tidak menyertakan apa-apa. namun sampai sekarang belum pernah ada yang berterus terang menginformasikan bahwa postingan tersebut adalah iklan.

Bagi pengguna twitter pemula kemungkinan besar tak akan pernah menduga apa yang diposting oleh orang yang difollownya itu adalah iklan. dan semua akan baik-baik saja. namun ini berbeda ketika hal itu terjadi pada orang-orang yang dengan jeli mengamati perilaku orang-orang di twitter. orang-orang ini akan kecewa ketika mengetahui bahwa apa yang sedang dibicarakan itu adalah iklan. mereka merasa dibohongi.

Dengan adanya kekecewaan ini, tujuan brand untuk melakukan engagement (keterikatan) dengan user gagal. namun andai berterus terang dengan memakai tags #Ads atau #twitorial misalnya apakah ini akan lebih efisien?

Bahasan ini mengemuka di kelas akademi berbagi kamis 27 oktober 2011 “online community engagement”. menurut @waraney yang menjadi pemateri, sampai sekarang di indonesia memang belum ada undang-undangnya. sehingga belum ada aturan baku bagaimana cara beriklan di social media, khususnya twitter.

Ini berbeda dengan yang terjadi di amerika. masih menurut @waraney di sana sudah ada undang-undangnya ( lupa apa sebutannya). seorang buzzer dianggap sama dengan media yang bisa men”drive” pembaca mempersepsikan sesuatu. sehingga ketika beriklan ia harus dengan terus terang bahwa apa yang diposting di twitter itu adalah iklan.

Beberapa contoh iklan yang pernah ada misalnya #airputih #dayatahananak dan #lainnya tampaknya menuai sukses. buktinya sampai sekarang masih cara beriklan seperti itu masih ada. misalnya, menurut dugaan (saya pribadi) twit-twit yang belakangan membahas tentang semur, aku duga iklan kecap.

Bagi pengguna twitter pemula, mungkin akan susah membedakan mana twit iklan dan mana yang bukan. dan mereka juga tak pernah mempermasalahkan. kalaupun terbukti itu iklan, apakah mereka nanti akan benar-benar kecewa atau cuek aja? lalu bagaimana cara ideal beriklan di twitter? silakan menuliskan idenya di bawah :)